Cara Mengurus Visa Taiwan: No Drama!

5:30 PM

Update: 3 Juli 2017

Sebenarnya rencana untuk mengunjungi Taiwan sudah jadi wacana lama; dari Garuda masih buka rute penerbangan ke sana sampai sekarang rutenya udah ditutup *hiks*.

Kenapa dulu masih ragu-ragu? Pertama, waktu itu tiket pesawat Jakarta-Taipei-Jakarta untuk full service airline seperti Garuda Indonesia, China Airline, Eva Air tergolong mahal. Well, mikirnya nambah dikit bisa sampai Jepang sih. Mau LCC (Low Cost Carier) kayak Air Asia, harus transit Kuala Lumpur dan nggak sebentar. Yang kedua, baca-baca blog katanya visa Taiwan susah, terutama masalah saldo minimum tabungan (ada yang bilang 50 juta coba!) dan karena banyak orang Indonesia jadi TKI gelap makanya jadi strict.

Taipei (pic taken from theplacesmusttravel.blogspot.com)

Nah, alasan yang kedua ini yang akan gue luruskan di artikel ini.

Jadi pada suatu hari, saat ngelembur dan harus nginep di kantor, iseng-iseng gue buka email newsletter airline-airline yang gue subscribe. Munculah kabar bahwa salah satu maskapai membuka rute Denpasar-Taipei-Denpasar DIRECT! Wohoo! Trus iseng-iseng browsing tiketnya, eh nongol harga promonya. Total tiket return termasuk makan dan bagasinya 3 juta rupiah saja, dan itu pas PEAK SEASON!

15 menit kemudian, gue mendapati diri gue udah di payment page...

DANG! Impulsive buying habit ini memang berbahaya.
Sebenarnya pertimbangan cepatnya adalah karena kebetulan di tanggal itu gue harus pulang ke Bali untuk merayakan Galungan, jadi sekalian aja bablas dikit ke Taipei. Hahaha. Itu mah bukan bablas ya?

Setelah beli tiket pesawat, tanpa basa-basi gue booking akomodasi satu kamar apartment di Airbnb. Nggak pake mikir lagi karena kamarnya cozy banget, modern style, ada private bathroom, internet super kenceng, dan yang paling penting LOKASI! Cuma 5 menit dari Stasiun MRT Zhongxiao Fuxing yang melayani jalur biru dan coklat! Harganya juga cuma 1,550 NT per malem. Menurut gue ini lebih worth dari kamar hotel. Cek apartemen yang gue sewa di sini: Amerie's A+ Apartment.

OH! Kalau kalian baru mau bikin account Airbnb, kalian bisa dapet diskon sekitar Rp 295.000 atau sekitar USD 22 kalau pakai kode promoku. Simply click here or visit https://www.airbnb.com/c/pmayasari1?s=8. Asik kan?

Berbeda dengan Hongkong, masuk ke Taiwan masih perlu visa. Masih lho ya, karena gue berharap suatu hari akan free. Suatu hari yang entah kapan. Maka atas nama cinta gue pun mempersiapkan kelengkapan visa. Pengurusan visa gue lakuin kira-kira 1,5 bulan sebelum keberangkatan. Kenapa 1,5 bulan? Waktu itu mikirnya buat jaga-jaga kalau ada kelengkapan yang kurang dan harus bolak-balik. Pokoknya mindset gue bakal ribetlah.

Eh ternyata...gampang sekali, mas bro dan mbak sis! Total waktu yang diperlukan untuk pengurusan visa adalah:
  • 10 menit untuk ngantri
  • 5 menit untuk nyerahin berkas dan bayar
  • 3 hari untuk nunggu visanya jadi

Tapi ini jangan dijadiin patokan ya. Kali aja gue emang beruntung pas lagi sepi.

Apa aja syarat-syaratnya?
Syarat-syarat visa Taiwan bisa dicek di sini.
Intinya, yang gue siapin untuk visa visitor umum ini adalah:
  • print out formulir yang sudah diisi dan disubmit di sini (jangan lupa ditandatangani ya)
  • pas foto 4x6 latar putih 
  • foto kopi kartu keluarga
  • foto kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir (waktu gue minta ke bank BCA malah nggak bawa buku tabungan. Jadi dari internet banking diprint trus dicap sama mereka)
  • detail perjalanan (print out tiket, hotel, surat keterangan dari agen perjalanan, dll)
  • paspor asli (masa berlaku min 6 bulan) 
  • surat sponsor/keterangan kerja dari kantor (asli, dengan kop resmi)  (karena kebetulan di kantor gue frekuensi orang-orang untuk travelingnya sangat tinggi, jadi HRDnya udah punya template suratnya. Intinya menerangkan kalau kita benar karyawan di perusahaan itu dan akan ke Taiwan dari tanggal sekian sampai sekian untuk keperluan liburan dan dengan biaya sendiri)


Formulir Visa
Isi formulir di sini ada 4 step. Jangan khawatir, kalau belum kelar, bisa disimpan dan dilanjutkan kemudian (nanti akan dikasi nomor penyimpanannya).
Biasanya bagian-bagian yang bikin bingung:
  • Jenis visa? Untuk liburan, pilih visitor Visa dan single entry untuk yang sekali kunjungan dan multiple entry untuk yang beberapa kali kunjungan. Kalau belum pernah apply visa Taiwan, nggak bisa apply yang multiple entry.
  • Nama? Isi sesuai kolom ya. Khusus bagian nama, kalau ada salah satu yang nggak ada (misalnya surname atau chinese name) dikosongin, jangan pernah diisi "-" atau n/a atau karakter lainnya.
  • Alamat dan nomor telepon di Taiwan? Isi alamat hotel & nomor telepon hotelnya aja.
  • Referensi di Taiwan? Kalau ada teman, pacar, atau keluarga di Taiwan, bisa diisi detailnya.
  • Criminal record? Waduh, ini sih sesuai kejujuran masing-masing. Kalau misalnya anak baik-baik kayak gue, isinya "no" semua, hahaha. Oke. Enough.
  • Nah di page terakhir akan ada isian tentang pengumpulan berkas. Pilih tanggal yang aplikasi visanya. Trus nanti pilih apakah formnya diisiin dan dikumpulin oleh orang lain. Kalau iya, isi detail orang tersebut.
Ready to go to TETO?
Setelah semua berkas siap, pergilah saya ke TETO (Taipei Economic and Trade Office). Di Indonesia nggak ada kedutaan untuk Taiwan ya. Semua pengurusan visa di TETO itu. Sebenarnya sempat galau mau pakai agen apa urus sendiri. Saran gue, diperhitungkan deh apakah biaya jasa agentnya masuk akal kalau dibandingkan dengan urus sendiri. Kalau domisili di luar Jakarta, tentunya mending pakai agen; kelar, nggak pake sakit kepala, apalagi beli tiket ke Jakarta. Kalau di seputaran Jakarta dan punya waktu, mending urus sendiri deh. Gampang kok!

Jadi di manakah TETO berada?
Alamat TETO:

Gedung Artha Graha, Lt. 12
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta

Ambil kendaraan umum yang lewat depan SCBD, nah gedung Artha Graha itu persis di sebelah Mall Pacific Place. Kalau naik Transjakarta, turun di halte Polda. Setelah sampai ke gedung Artha Graha, jangan masuk lewat lobby depan. Jalan ke arah lobby belakang (mobil nggak boleh masuk ya) habis itu tukar KTP sama ID Card, masuk, ambil lift no. 7 ke lantai 12. Sesampainya di sana, bilang sama petugas yang di bagian nomor antrian untuk visa umum. Jangan panik  kalau ramai dan agak chaos ya. Itu biasanya yang TKI, kalau visa umum mah santai-santai aja. 

Setelah antrian dipanggil, berkas kita akan dicek dan kalau sudah oke, akan diberi slip untuk pembayaran. Kita akan ke kasir untuk bayar (Rp 650.000 untuk visa visitor single entry) kemudian balik lagi ke loket tadi untuk dikasi bukti pengambilan visanya. Ingat baik-baik kapan disuruh ambil visanya. Sekarang ada yang ekspres lho (1-2 hari kerja jadi), tapi biayanya nambah +50%.

Perhatikan juga jam operasional TETO ya:
Pemasukan visa: 08.30 - 11.00
Pengambilan visa: 13.30 - 15.30

Lalu ambil deh visanya!
Ambil visa sih nggak nyampe semenit kalo nggak ngantri. Ke loket pengambilan, dikasi, trus dicek deh udah bener belom visanya. Jangan ambil paspor orang lain ya, hahaha.

visa taiwan
Hey, look! It's Gumball!


Begitu doang kok prosesnya. Gampang kan? 

Wait for me, Taiwaaaan!

You Might Also Like

15 comments

  1. kak isi tabungan kita minimal berapa yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya disesuaikan dengan lama stay di sana sih. Tapi kalau mau aman, kemarin saldoku 20 juta untuk seminggu di sana.

      Delete
  2. Kalau paspornya masih kosong/ makaudny blm pernah kemluar negeri bisa ga urus bisa le taiwan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa :)
      ada/nggak ada cap negara lain bukan satu-satunya penentu kita bisa dapet visa taiwan atau ga. kalau trip kita jelas, rekening mencukupi, dan syarat-syarat lain terpenuhi, bisa dapet visanya kok.

      Delete
  3. Ok...thanks😊😊😊

    ReplyDelete
  4. Hai. Suka gaya tulisan kamu, hihi. Gue kan rencana 4 hari doang nih di Taiwan, kira-kira butuh saldo tabungan berapa ya?
    Lalu, yang bikin ketar-ketir lainnya adalah tiket PP. Misal udah beli, terus apply visa, eh ditolak, kan kampret. Jadi gue mau coba nggak beli tiket dulu deh. Baca referensi lain katanya nggak apa-apa, yang penting syarat yang di web dibawa semua. (ini nanya apa cerita ye)

    thetravelearn.com | learning by traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Matius!
      Thank you udah mampir :D
      Hmm...permasalahanmu sebenernya permasalahan semua orang kalau mau apply tiket. Kalau mau aman, 15 juta kayaknya oke. Apalagi belum ada tiket pesawat. Ini kan ga harus kamu nabung sendiri. Bisa pinjem sana-sini trus diendapin selama 3 bulan. Abis apply visa balikin lagi duit pinjemannya. Syarat tiket mungkin memang ga jadi keharusan tapi bisa menjadi dokumen yang meyakinkan pihak TETO kalau kamu memang bakal balik lho ke Indonesia. Gitu sih menurutku. Good luck ya!

      Delete
    2. Ralat: maksudnya permasalahan semua orang kalau mau apply visa.

      Delete
  5. Hallo mba Pratiwi, thank you for sharing, kalau buat visa 1 hari sudah selesai apakah ada? Yg ke taiwan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, sori ini kelewat komennya. Wah ini aku nggak tau :( mending tanya langsung TETO nya.

      Delete
  6. Mau tanya dong ka, kalo rencana ke taiwan 4 hari dan saldo 17 jutaan tapi ga keep 3 bulan segitu tapi transaksi aktif itu bisa ga di approve ga ya ka kira kira?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sih sebenernya bener-bener tergantung TETO-nya. Nggak bisa dipastiin juga. Selain saldo, mereka juga akan pertimbangin pekerjaan, tiket pulang, dll. Tapi tetep bukti rekening yang diminta itu selama 3 bulan. Kayaknya kalo di atas 10 juta sih approve. Tapi again, nggak bisa dipastiin ya.

      Delete
  7. Sore, Mau tanya kalau mau berangkat ke Taipei bulan Des 17 kan masih 6 bln lagi. Apakah bisa apply visanya dr bulan skrg ?
    Apakah bisa hanya itenerary jadwal kedatangan dan kepulangan tetapi belum book tiket pesawatnya untuk persyaratan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo!
      Kayaknya kalo 6 bulan sebelumnya terlalu lama deh. 3 atau 2 bulan sebelumnya itu udah aman banget kok, asal persyaratannya lengkap. Sebenernya bisa aja tanpa tiket, tapi tentu akan mempengaruhi keputusan approval visanya nanti. Bakalan approve nggak approve visanya, cuma TETO dan Tuhan yang tau hahaha

      Delete

Powered by Blogger.