Mudahnya Membuat Visa Jepang! (Khusus Pengajuan di Konjen Jepang Denpasar)

5:34 PM

pic taken from: cnn.com
Liburan Mei nanti gue akan ke Osaka. Yaiy! *nari yosakoi*
Apa yang kita butuhkan sebelum pergi? Visa? Salah. Duit, hahaha. Pastikan kalian punya duit buat beli tiket, booking hotel, dan hidup di sana dulu baru ngurus visa.

Baca juga: Cara mengurus visa Taiwan. No drama!

Hmm... Mungkin ada yang ngeh gue udah pernah ke Jepang tapi kenapa baru kali ini gue nulis pengalaman gue mengurus visa Jepang? Karena waktu gue ke Jepang tahun 2013 kemarin, berhubung gue di-invite oleh MOFA (Ministry of Foreign Affairs) Japan dalam rangka program Jenesys, jadi segala sesuatunya serba diurusin. Gue mah tinggal setor foto, paspor sama tulis nama & tanda tangan di formulir visa aja. Jadi waktu itu gue nggak tahu suka-duka mengurus visa Jepang sendiri.

Perhatian!
Pengalaman yang gue tuliskan ini adalah membuat visa Jepang di Konjen Jepang di Denpasar. Untuk wilayah Konjen Jepang lainnya mungkin punya prosedur yang berbeda. Cek wilayah yurisdiksi Konjen Jepang kalian di sini.
Kenapa harus sesuai wilayah yurisdiksi begitu? Nggak tau. Beneran. 

Kenapaaa? Kenapa Osakaaaa?
Jadi awalnya sebenarnya gue pengennya ke Amsterdam, lihat bunga tulip unyu-unyu di Keukenhof, tapi ternyata ada kemungkinan flight balik dari Amsterdam-nya penuh cyin. Jadi gue nggak berani ambil resiko luntang-lantung di negeri itu (walaupun ada orang kantor Amsterdam yang maksa-maksa gue tetep nekad =.=). Sempat kepikiran ke Sydney sih, tapi pas lihat foto-foto orang di Universal Studio Japan, gue mikir, 'Oke. Saatnya gue homecoming to Hogwarts.' Hahahaha. Nggak nyambung ya? Tapi serius, salah satu yang bikin gue memutuskan ke Osaka adalah gue, sebagai penggemar berat Harry Potter, harus 'homecoming' ke (mockup-nya) kastil Hogwarts.

Trus kenapa singkat banget jalan-jalannya? Nggak sambung sama ke Tokyo aja?
Pertama, andai cuti bisa dibeli. Kedua, karena waktu Jenesys kemarin gue udah ke Tokyo (dan Fukuoka), jadi gue sekarang mau bener-bener nikmatin Osaka dan Kyoto. Oh, gue juga mau makan, makan, dan makan. Berhubung katanya makanan di Osaka dan Kyoto enak-enak. Nyammmm.

Kenapa nggak pakai passport elektronik aja? Kan visa waivernya bisa 3 tahun!
Pertama, gue males bikin passport baru. Tahun depan aja deh kalo passport gue udah mau expired. Kedua, ngurus visa Jepang sendiri gampang banget lho! Beneran deh.

Jadi perlu apa aja nih buat ngurus visa Jepang?
Beda Konjen, bisa jadi ada syarat yang beda juga. Kayak misalnya, di Japan Embassy Jakarta katanya pegawai BUMN nggak perlu nyetor bukti keuangan. Tapi di Konjen Jepang Denpasar, tetep perlu itu bukti keuangan mau lo kerja di manapun. Kecuali, ada pihak Jepang yang mau membiayai lo di sana. Panduan untuk pengurusan di Konjen Jepang Denpasar, panduannya bisa dilihat di sini. Untuk detail kelengkapannya bisa diunduh di sini. Saran aja nih ya, menurut gue lebih gampang untuk urus visanya untuk keperluan liburan dengan biaya sendiri. Beneran. Nggak pake ngerepotin orang yang di Jepang pula. Yah, tapi balik lagi ke keperluan bepergian masing-masing sih.

Intinya yang gue bawa untuk mengurus visa gue:

  • Paspor asli. Kalau ada paspornya masih pake sampul unyu-unyu, dilepas dulu sebaiknya.
  • Formulir permohonan visa (bisa diunduh di sini). Kalau mau tahu gimana cara isinya, bisa lihat di sini. Formulir ini jangan lupa ditempel pas foto ukuran 4.5cm x 4.5cm dengan latar putih. Tempel di tempat fotonya, jangan kreatif nempel di tempat lain. Pastiin nempelnya sudah kuat biar fotonya nggak lepas. Jangan lupa juga tanda tangan di bagian akhir formulir ya.
  • Bukti pemesanan tiket pesawat PP.
  • Jadwal perjalanan. Gue pakai formulir yang ada di sini. Isi itinerarynya yang simpel aja. Kira-kira begini isi itinerary gue:

  • KTP & Kartu Keluarga (asli & 1 copy). Gue sih foto kopi KTP-nya nggak gue gunting. Gue biarin di kertas A4.
  • Bukti keuangan rekening koran 3 bulan terakhir (asli & 1 copy). Buat kalian yang ngeprint rekening koran atau print dari internet banking, penting banget untuk bukti keuangan ini ada cap dari bank-nya karena gue sempet disuruh balik ke bank cuma buat minta cap doang. BeHadeh. Untung ada BNI deket sana. Berapa minimun saldo? Tergantung berapa lama kalian di sana. Tabungan gue nggak banyak-banyak banget dan semacam roller coaster, hahaha. Tapi tembus tuh. Coba aja diitung satu juta untuk satu hari kunjungan (dengan catatan tiket dan hotel sudah terpesan ya)
  • Surat keterangan dari tempat kerja
  • (additional) bukti booking hotel
Trus, ternyata per Maret 2016 ada ketentuan baru untuk aplikasi visa:
  • Semua dokumen nggak ada yang boleh distaples. Jadi pakai paper clip aja.
  • Semua dokumen yang disetor harus pakai kertas A4. Jangan pakai F5, kwarto atau ukuran lainnya.
  • Jangan ada dokumen yang dilipet-lipet atau ditekuk.
Kalo nggak percaya, baca sendiri di sini. Kenapa? Nggak tau. Ikutin aja biar cepet beresnya urusan visa lo.


Konjen Jepang di Denpasar itu di mana ya?
Di sini:
Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/
Kantornya persis ada di sebelah Jalan Pemuda.
Jam pelayanannya: 8:30~12:00、13:30~16:00

Jadi karena kantornya cuma 5 menit dari rumah gue, gue selow aja. Makan dulu, ngasih cemilan ke anjing dulu, nonton TV dulu. Jam 9 berangkatlah gue ke sana. Ekspektasi gue bakal penuh dan ngantri, tapi ternyata sepi cuy!
Habis parkir motor, bapak satpam yang ramah akan menyapa kita dan mengarahkan untuk mengisi lembar tamu. Lembar tamu kemudian di bawa ke ruangan berikutnya di mana barang-barang lo bakal diperiksa. Kalau ada HP (pasti ada dooong) akan diminta untuk dimatikan dan dimasukkan ke loker. Iyes, di Konjen Jepang Denpasar nggak boleh bawa HP sama sekali jadi gue nggak bisa foto kondisi di dalam kantornya.

Setelah itu, masuk ke ruang berikutnya. Jangan ngarepin Konjen Jepang Denpasar kayak gedung kantor kayak yang di Jakarta. Bentukannya kayak di rumah, jadi gue berasa lagi bertamu ke rumah orang, hehehe. Di sana cuma ada dua loket: satu loket buat WNI, satu loket lagi buat WNA Jepang. Di loket, ada ibu-ibu baik hati seperti ibu peri yang akan meminta berkas kita. Ibunya beneran baik banget. Bahkan di sebelah gue ada orang yang salah melulu isi formulirnya tapi diladenin dengan sangat sabar (gue yang jadi kasian sama ibu-ibunya). Setelah setor formulir, nanti akan diminta tunggu. Berkas kita akan dicek. Kalau ada yang kurang dikasi tau, kalau sudah lengkap akan dikasi bukti pengambilan visa (KK asli, KTP asli, dan rekening koran asli bakal dibalikin). Sebagai bayangan, gue urus hari Senin, Kamis sudah bisa diambil (bisa diwakilin kok!). Oya, bayarnya pas ambil visa ya (330 ribu). Cepet kan?

Gue suka banget urus visa di konjen ini. Cepet, gampang, dan semuanya baik-baik, dari satpam sampai petugas visanya. Gue bahkan sempat ketinggalan barang di sana dan dibantuin dengan ramahnya.

Kenapa foto visa gue nggak ada yang cantik... T.T




You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.