The Cat Cabin: Kafe untuk Pencinta Kucing :3

6:51 PM


Artikel kali ini aku bikin dalam Bahasa Indonesia karena aku rasa lebih bermanfaat untuk kalian yang ada di Indonesia, terutama di daerah Jabodetabek.

Nggak sih. Tepatnya, lebih bermanfaat untuk kalian pencinta 'ucing.

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, aku sempet nanya ke adik sepupuku mau ke mana long weekend ini? Well, adik kandung dan semua adik sepupuku tinggal di sini (Jakarta & Depok), menyisakan para orang tua kami (beserta anjing-anjing peliharaan kami) di Bali. Dari semua ide yang tersedia, entah kenapa yang tercetus di salah pikiran salah satu dari mereka adalah: Cat Cabin. Lalu semua pun langsung mengiyakan. Hmmm...FYI, seisi keluarga kita memang punya inevitable feeling sama fluffy animal semacam anjing, kucing, panda, red panda, kelinci, dan lain-lain. Kita sering banget saling tag meme atau video lucu fluffy animals yang ada di internet. Kurang kerjaan ya?

Berangkatlah kita di Sabtu siang yang terik. Kita janjian di Stasiun Duren Kalibata lalu sambung uber ke Kemang biar murah. Oh iya, The Cat Cabin ini tempatnya di Kemang Raya. Kalau kalian dari arah duren tiga, kalian harus muterin McD Kemang, Dimsum Fest, Food Garden, sampai nanti nemu The Cat Cabin di lantai 3 sebuah ruko sebelah kiri jalan. Kalian bisa cek Zomato untuk lihat penampakan gedungnya dari luar karena aku lupa foto.

Logonya Cat Cabin ngingetin aku sama bentuk proposal yang timku buat pas ujian Praktek Kreatif Periklanan beberapa tahun yang silam.

Rombongan Cat Cabin hari itu. Clockwise: Widhi (adik kandung), Yudi (sepupu), aku, dan Yuda (sepupu)
Ini kocak sih. Kita nggak janjian lho. Entah kenapa seragaman. Untung ga dikira pegawainya Cat Cabin haha.

Di Cat Cabin, kita bayar perjamnya untuk main sama si kucing. Harga saat September 2016 sih Rp 60.000/jam untuk non weekend dan Rp 65.000/jam untuk weekend. Kalau nambah lagi, bayar Rp 50.000/jamnya (ini aku kurang yakin karena kemarin nggak sampai nambah jam). Kalau mau beli makan, bayar terpisah lagi sesuai menu (cek Zomato juga buat liat menu-menunya). Oh ya, kalau bisa bawa cash ya. Karena kita pas ke sana, mesin EDC-nya lagi error. Terpaksa deh ngeluarin setiap receh dari dompet buat bayar :(

Baca dulu rules-nya ya!

Sebagai perbandingan, sebelum Cat Cabin, aku juga sempat ke sebuah kafe kucing di daerah Bugis (Singapura). Di sana bayarnya lebih mahal, mungkin sekitar Rp 150.000 (ya iyalah, kan patokannya biaya hidup sana. Buat kita yang dari Indonesia, pasti ngerasa muahal), tapi free softdrink dan bisa sepuasnya. Trus di sana lebih banyak aturannya. Kucingnya nggak boleh dipeluk. Cuma boleh dielus sama difoto, itupun kalau mereka nggak sombong. Cih.

Pas masuk, kita seneng banget kucing-kucing di Cat Cabin yang gembul-gembul dan sehat. Aku juga ngerasa kucing-kucing di The Cat Cabin lebih playful ketimbang yang kafe kucing di Singapura. Kalau dielus selow gitu (ada yang sombong sih, tapi dikit). Bahkan ada yang pules tidur di atas tasku. Oh why...

Why my bag, Cing? Whyyy???

Tong, kenapa malah pacaran di atas tas gue?

Sayang banget aku nggak perhatiin nama-nama kucing di sini. Baiklah. Kita sebut aja dengan nama Mbul 1, Mbul 2, dan seterusnya.

Mbul 1 - The Cow. Pas pertama-pertama mau dipegang, tanganku digaplok aja lho sama dia :(
Mbul 2 - The Watcher. Diem aja terus di atas. Memperhatikan keadaan. Mungkin saat keadaan darurat, dia bakal ngelempar gas air mata dari atas sana.
Mbul 3. The Thief. Hampir ngebegal minuman kita. Pas kita sadar, dia udah nongkrong di atas meja. Terpaksa kita lengserkan. Dia juga sempet masuk ke tas gue. Untung nggak kebawa pulang (alesan. sebenernya diingetin adik-adik gue kalo itu kucing bukan punya gue, jadi jangan dibawa pulang, hahaha)
Mbul 4. The Toilet Guy (?) Kerjaannya nongkrong di depan pintu toilet. Hampir kegampar pintu toilet sama orang-orang yang mau/habis dari toilet.

Mbul 5. The Cemong. Idungnya gosong. Kayak abis keluar dari cerobong asep. Ini nih yang pules bobo di atas tasku sampe aku pulang.
Mbul 6. The Camouflage Guy. Yang paling pinter. Pura-pura mati aja terus di dalem keranjang biar nggak dicuil-cuil orang.
Mbul 7. The 'We-don't-get-you-dude-!' Yang ini absurd bukan main. I'm out of caption.
Mbul 8. The Loki. Nah kalo ini aku hafal, namanya Loki. Mungkin habis putus sama Taylor Swift langsung dikutuk jadi kucing *krik* Btw, ini favoritku. Soalnya dia sweet banget. Dan matanya super innocent. Ramah lagi.
Mbul 9...silakan liat di akhir post ini hahahaha :))))

Selain itu, semua sudut di Cat Cabin ini instagramable banget. Jadi seneng foto-foto di sini.

Pewe.

Terlalu pewe. Jangan ditiru.

Banyak buku tentang kucing

Another books.


Lukisannya 'ucuuuu!
Mooom. Can we add one more mess at hooome? Pleaseee... 
"Guys...did you forget about me?"(oh iya. baru inget punya anjing segede babi di rumah)
Kiss kiss :* :* :*
Sudut buat menyendiri. Yang mana boneka, mana kucing hampir ketuker. 
Aku dan Mbul 1 sudah baikan lho (his face didn't show it, though? Hahaha)


BONUS:
Aku sampai sekarang percaya kalau kucing itu punya plot tersembunyi untuk menaklukan dunia*, hahahaha. Sekarang kita lihat Mbul 9 ya. Gambar di bawah aku persembahkan untuk one of my twin cousin yang nggak nyadar bahaya yang mengancamnya.

Mbul 9. The Assasin. Enough said.
*) It's a joke, dude. 

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.