Cara Membuat E-Paspor di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

11:26 AM

Urusan bikin paspor di Indonesia memang sering bikin galau. Kalau sebelumnya aku sudah pernah post soal mengurus paspor di Kanim Denpasar (klik di sini kalau mau baca), kali ini aku akan bahas pengalamanku mengurus paspor di Kanim Bandara Soekarno-Hatta. Sebenarnya kenapa aku pilih tetap mengurus di Kanim Bandara Soekarno-Hatta, selain karena memang kantor dekat sana dan nggak sempat pulang ke Bali, juga karena aku mau buatnya e-paspor.

Semua pasti sudah tau dong kalau e-paspor itu bebas visa Jepang. Tinggal apply visa waiver-nya, bisa multiple entry ke Jepang selama 1-3 tahun (tergantung dikasi sama Kedubes/Konjennya berapa). Visa waiver ini bisa diurus di mana aja, nggak kayak visanya yang harus sesuai domisili. Sebagai orang yang punya keterikatan emosional dengan Jepang (ciehh), lelah sekali kalau harus pulang ke Bali atau kirim dokumen ke Bali tiap kali apply visa.

Nggak urusan visa Jepang yang bikin lelah, tapi juga urusan antri di counter imigrasi bandara Soekarno-Hatta. Apalagi kalo peak season atau long weekend, antriannya udah kayak antri tiket bioskop. Terutama kalau landingnya, udah mata kriyep-kriyep, badan pegel abis long-haul, harus ngantri kayak gitu rasanya mau geletakan aja di lantai. Jadi bisa pakai auto-gate itu ngebantu menghemat tenaga banget (yah, walaupun kadang auto-gatenya rusak haha).

FYI, pembuatan e-paspor baru bisa dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas 1 di bawah ini ya:

  • Jakarta Pusat
  • Jakarta Timur
  • Jakarta Selatan
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Utara
  • Tanjung Priok
  • Soekarno-Hatta
  • Batam 
  • Surabaya

Walaupun udah diingetin sama banyak orang kalau ngurus e-paspor itu painful dan harus siap-siap bangun super pagi (karena hingga saat ini pemohon e-paspor harus walk-in, nggak bisa apply online), aku tetep nekad. Belum lagi aku harus balikin Kartu Keluargaku ke emak-bapak di Bali. Ah sudahlah. Feelingku sih ke depannya e-paspor bakal digencarkan. Jadi, selagi bisa...

Selagi bisa.



Ini jam 6 pagi lho, gengs.

Motivasiku langsung rontok pas dateng ke sana hari Jumat jam 6 pagi dan liat antrian udah meluber di samping kantor imigrasi. Tiga puluh menit setelah mengantri aku lihat ke belakang, antrian malah hampir sampai pos satpam. Pukul 7.30,sambil mengutuk dalam hati, aku pun mendengarkan arahan dan kabar buruk dari petugas imigrasi kalau sudah bisa dipastikan aku nggak akan kebagian nomor antrian. Banyak orang-orang yang keukeuh ngantri lagi. Tapi aku memutuskan angkat kaki karena denger ibu-ibu yang jual makanan di sana bilang, "Kemarin juga pada keukeuh ngantri lagi, akhirnya nggak dapet juga." Lah, kan ibu-ibunya tiap hari di sana yak. Ya aku sih percaya aja.

Lelah hayati, sempet berpikir untuk pake agen aja yang biasa urusin paspor orang-orang kantor untuk dinas. Tapi pas denger harganya, langsung ciut. Akhirnya aku bertekad untuk datang lagi di hari Senin. Mungkin Jumat kemarin karena hari kejepit, menjelang puasa, dan pas libur sekolah makanya jadi gila begitu antriannya.

Hari Senin, disemangati oleh supir taksiku (supir uber sama grab mah masih pada molor. Zzz.) yang mantap jiwa tancep gas muterin perimeter Bandara Soetta, pukul 5.00 sampailah aku di kantor imigrasi lagi. Kali ini aku jalan mulus ngelewatin sisi kanan kantor, lewatin kantin, dan duduk anteng di kursi yang sudah ada. Langit masih gelap, mata kayak digelayutin babon, dan harus nunggu 2,5 jam lagi, Mulai dari chatting, nonton video nggak jelas yang dishare di Facebook, window online shopping kosmetik korea, sampe ketiduran.

Jam 5 pagi. Harapan masih ada.

Akhirnya tepat jam 7.30, petugas imigrasi yang sama dengan yang ngasih arahan hari Jumat kemarin membagikan map isi formulir sesuai urutan antrian. Pintu pun akhirnya dibuka dan aku bisa masuk menikmati ruangan ber-AC yang adem (norak). Map berisi formulir dibagikan bertahap melihat kapasitas ruang tunggu. Begitu juga orang yang bisa masuk ke dalam, diatur sesuai laju antrian. Tepat jam 10.00, petugas nggak akan masukin orang ke dalam ruang tunggu lagi. Jadi kalau sudah jam 10 dan kamu masih antri di luar ruangan, sudah pasti nggak akan dapet.

Proses di dalam ruangan malah lumayan cepet. Tahap pertama adalah pengecekan dokumen. Dokumen yang perlu dibawa antara lain:

  • KK asli & fotokopi
  • KTP asli & fotokopi (untuk e-paspor harus e-KTP)
  • Akte kelahiran/ijazah asli & fotokopi
  • Paspor lama asli (untuk yang sudah ada)
  • Surat rekomendasi dari kantor (untuk yang domisilinya berbeda dengan Kantor Imigrasi yang dituju). Ini serius. Nggak bohong. Walaupun nggak ada di website imigrasi, tapi dimintain lho.
Penting:
Semua fotokopian difotokopi di kertas A4 dan jangan dipotong

Untuk yang special case seperti pengurusan paspor anak atau yang domisilinya luar negeri, silakan cek di website kantor imigrasi atau tanya-tanya langsung di kantor imigrasinya atau manfaatkan SMS Getaway yang ada di akhir artikel ini ya.

Setelah pengecekan dokumen, kita diberi nomor antrian foto dan wawancara. Di dalam ruangan, dokumen akan diinput dan akan ditanya mau bikin paspor biasa atau e-paspor. Kalau nggak ditanya sama petugasnya, sebaiknya tetap bilang kalau kita akan buat e-paspor untuk menghindari miskom. Untuk wawancara, nggak usah takut. Cuma ditanya kerja di mana, mau ke mana, dan kapan. Jawab saja yang jelas dan singkat. Kalau memang belum tahu mau ke mana, udah sebut aja Singapura dan tanggal yang random. Setelah itu sidik jari kita direkam dan wajah kita akan difoto. Lalu, kita akan diberi slip pembayaran dan diberitahu kapan perkiraan paspornya bisa diambil. Untuk pembayaran bisa dibayar di beberapa bank. Kemarin sih aku bayarnya di BNI. Sampai 31 Mei 2017, biaya e-paspor masih Rp 655.000.

Udah deh! Bisa pulang!

Tips:
  • Semakin pagi kita datang, semakin besar chance kita dapat nomor antrian dan semakin cepat kelar. Aku datang jam 5 pagi, selesai jam 9 pagi.
  • Antrian bisa diwakilkan sebelum pukul 7.30. Mulai dari formulir dibagikan, itu sudah nggak bisa diwakilkan.
  • Bawa pulpen tinta hitam. Jangan malu-maluin pinjem sana-sini.
  • Bawa cemilan dan air minum untuk yang nggak puasa. Kantinnya baru buka jam 7.30.
  • Pembayaran lebih aman melalui teller bank.
  • Penghitungan waktu pengambilan paspor mulai dari satu hari setelah pembayaran. Jadi kalau dibilang 15 hari kerja dan bayar hari ini juga, penghitungan 15 hari kerjanya dimulai dari besok.
  • Lansia dapat antrian sendiri dan selalu didahulukan. Jangan khawatir yang orang tua atau kakek-neneknya mau bikin paspor juga.
  • Lebih baik jangan pakai baju putih karena latar fotonya putih (tapi nggak dilarang juga kalau tetap mau pakai baju putih).
  • Foto paspor harus keliatan kuping sama dahi. Jadi yang mau pasang poni biar mukanya lebih keliatan kurus, lupakan saja.
  • Untuk e-paspor, nggak apa-apa kalau masa berlaku paspor lamanya belum habis. Tetap bisa bikin.
  • Untuk yang e-KTPnya belum jadi, bisa bawa slip bukti kalau e-KTPnya lagi diurus.
  • Manfaatkan SMS Getaway yang ada untuk segala informasi termasuk apakah paspor kita sudah selesai atau belum.

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.