Diet Finansial: Tips Pengaturan Keuangan untuk Pemula

3:23 AM

Note: saya bukan financial advisor atau manajer investasi. Cuma seorang gadis yang ingin lebih disiplin memakai uangnya.

Halo, semua!
Udah lama nggak nulis blog. Sekalinya nulis blog, topiknya depressing begini. Hahaha. Nggak kok. Artikel ini aku bikin karena aku mau bantu kalian yang ngerasa kesulitan mengatur finansial kalian.

Awal hingga pertengahan 2017, I was broke. Like really, really broke. There was one month i ended up with zero in my saving account. Selain karena aku boros banget, aku juga memang lagi banyak banget pengeluaran mandatori all at once.

So, how did I survive the hard time?
Diet finansial. Yes. Nggak cuma badan doang yang didietin. Pengeluaran juga. Aku ngelakuin beberapa step-step yang...mungkin keliatannya remeh tapi signifikan untuk menyelamatkan finansialku.

1. Bawa bekal dari rumah
Aku ngontrak dan apa-apa harus urus sendiri. Jadi aku mulai coba bawa bekal sendiri. Awalnya berat bangun pagi buat masak, tapi lama-lama biasa kok. Masaknya juga yang gampang aja kayak tumisan, telur dadar, udang goreng tepung, ayam goreng, yang kayak gitu. Lumayan lho, belanja di tukang sayur 75 ribu bisa pakai seminggu. Plus karena aku anaknya males mikir mau makan apa, jadi setiap siang, apa yang ada di kotak makanku, yaudah dimakan aja. Trus jadi biasa bekal buah juga.

2. Unfollow semua akun online shop
I hate this step. Honestly. Ngeliat akun-akun online shop lucu-lucu itu salah satu hiburan buat aku ngisi waktu luang. Tapi tanpa disadarin, itu toxic lho. Bikin kita pingin beli ini dan itu. Dan aku pencinta impulsive buying. Kalau beli sesuatu yang bagus tanpa direncanain itu rasanya bahagia banget. When I stressed out gara-gara nggak punya uang sama sekali, I got angry to myself and I punished myself by unfollowing those accounts. Ga cuma itu, aku juga uninstall aplikasi ecommerce fashion karena mereka suka ngasi notif diskon. Ternyata cara ini ampuh banget buat aku ngurangin pengeluaranku. Dan setelah sebulan begini, aku jadi nggak haus belanja online lagi.

3. Kurangi nge-mall
Guys, mall itu the empire of consumerism. Mulai dari makan, belanja, nyalon, dll. Aku mulai lock up diriku sendiri di kamar setiap weekend. Nggak ansos juga, tapi mencoba meminimalisir hangout di luar. Kalaupun mau hangout, aku pilih tempat yang satu fungsi kayak coffee shop. Kalaupun harus ngemall, aku harus tentuin to do listnya dan kalau sudah semua, langsung pulang. Nggak ada deh window shopping. Intinya, aku berusaha membuat diriku nyaman banget di rumah atau sibuk ngerjain kerjaan rumah sekalian. Keliatannya sedih, tapi ini bantu banget menghemat pengeluaranku.

4. Tentuin batas pengeluaran
Ada orang yang mecah duit jajan dan tabungannya, ada orang yang cuma self reminder aja cukup. Boleh gimana aja asal kalian tau batas pengeluaran kalian. Sebaiknya kalian sudah tahu berapa porsi gaji kalian untuk fix expense (bayar kos, bayar tagihan, dan sejenisnya). Ini nggak boleh diganggu gugat. Harus super secure banget. Kalau tiba-tiba kalian pengen liburan dan sejenisnya, jangan pernah utak-atik porsi duit kalian yang ini. Lalu baru kalian bikin batas uang jajan kalian. Bisa harian, mingguan, bulanan. Kalau aku sih karena sering lupa bagi uangnya ke rekening yang satu lagi, aku selalu inget kalau sehari nggak boleh lebih dari batas itu. Kalaupun terpaksa lebih, aku harus cari cara besok harinya biar ke-cover lost yang kemarin itu. Tapi kalau keadaannya darurat kayak jatuh sakit atau kendaraan masuk bengkel, aku ikhlaskan.

5. No more impulsive buying
Plan semua pengeluaranmu. Bikin batas duit hura-hura. Termasuk kalau kamu punya wishlist make up, dijadwalin bulan apa belinya apa aja. Aku tetep spare uang untuk perintilan begitu, karena kalo nggak, aku bisa gila. Kalau memang lagi nggak ada wishlist yang pengen dibeli, aku spare beberapa untuk hura-hura. Nggak banyak kok. Jadi kalo tiba-tiba pengen nonton atau beli baju, selama nggak lewat batas itu, aku masih turutin.

6. Investasi
Guys, jangan takut denger kata investasi. Investasi itu harus sedini mungkin, apalagi buat kamu yang umurnya udah 25 tahun. Aku aja nih nyesel banget baru mulai invest sekarang. Investnya nggak heboh kok, cuma reksa dana yang 250ribuan sebulan. Buat pemula, kalian bisa coba reksa dana pasar uang. Itu resikonya minim banget dibanding reksadana jenis lainnya. Reksadana itu apa? Reksadana itu investasi rame-rame. Jadi duit kita dan duit semua orang akan dikumpulin dan dikelola sama manajer investasi untuk return yang semaksimal mungkin. Aman nggak? Aman kok. Pilih yang diawasin OJK. Aku sih pilih lewat bareksa.com karena di sana macem marketplace reksadana gitu. Jadi banyak pilihannya dan langsung ada analisis portfolio produknya. Anggep aja nabung. Trus bedanya sama tabungan apa? Kalau kalian keep duit kalian ditabungan aja, pertama bunganya kecil banget dan kedua, kemakan biaya admin mulu hahaha. Eit, tapi tabungan di bank tetep perlu ya buat operasional sehari-hari kalian. Kalo nggak berani reksadana, deposito boleh. Deposito malah bikin kalian manut nggak narik-narik duit kalian selama jangka waktunya. It's never too late to start. Tapi ingat ya, yang diinvest adalah di luar biaya operasional kalian sehari-hari. Selain bikin disiplin nabung, investasi juga bikin aku semakin kecanduan nyisihin duit dan nggak belanja barang nggak perlu.

7. Bikin simulasi finansial
Nggak usah yang ribet, kalian bikin aja kalkulasi income dan expense kalian setahun. Liat deh masih ngenes nggak? Atau malah ternyata kalian bisa saving banyak seharusnya? Nah, kalau ternyata kalian seharusnya bisa saving banyak, jadiin motivasi deh angka forecast saving kalian itu untuk semangat menghemat.

Beberapa dari kalian mungkin mikir kok ini tipsnya ngenes banget ya? Tapi step-step di atas sukses bikin aku survive dan mengisi tabunganku lagi pelan-pelan. Silakan dicoba untuk yang tertarik. Untuk yang ngerasa ini tipsnya nggak pas, silakan disesuaikan dengan kondisi kalian masing-masing :D

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.